Wisata Sungai di Asia Tenggara

Jakarta punya Ciliwung. Sungai ini dulunya pernah menjadi sumber penghidupan mayarakat Jakarta, yang kala itu bernama Batavia. Di sungai yang bermuara di Teluk Jakarta ini, kapal-kapal kecil yang mengangkut barang dari Sunda Kelapa hilir mudik. Di sekitar sungai, bangunan berarsitektur kolonial berdiri dengan gagahnya. Tapi itu dulu. Kini sungai Ciliwung berubah menjadi sungai dangkal nan sempit, dengan warna yang keruh dan berbau. Tak ada yang menarik di sana. Bangunan indah di sekitarnya menjadi bangunan liar yang terabaikan. Padahal, sebuah sungai dapat menjadi daya tarik wisata di sebuah kota. Tak usah jauh-jauh mengintip negara Eropa, di negara dekatdekat kita saja, sungai sudah jadi objek wisata yang menarik minat banyak pelancong mancanegara.

Singapore River, Singapura

Sungai yang membelah Singapura ini adalah area cikal bakal Singapura. Sir Thomas Stamdford Ra­ es, pendiri Singapura, berlabuh di sungai ini dan mendirikan kota di sekeliling sungai. Lama-kelamaan area ini berubah menjadi area yang sangat padat dengan banyak gudang dan bangunan-bangunan lainnya. Padatnya bangunan di sana membuat Singapore River terpolusi dan kotor. Kemudian, setelah pemerintahan mandiri Singapura terbentuk, mereka mengadakan “pembersihan” dan penataan kembali area sungai. Masterplan kota diubah, kapal dilarang melintas, penduduk area sungai dipindahkan ke tempat lain. Hunian, gudang dan banyak bangunan dirubuhkan. Namun mereka tetap mempertahankan bangunan-bangunan cantik bergaya kolonial.

Chao Praya, Bangkok, Thailand

Sungai Chao Praya, dari dulu hingga sekarang, merupakan urat nadi penduduk lokal Bangkok. Sungai yang dikenal juga dengan nama Mae Nam Chao Praya ini adalah sarana transportasi menuju beberapa tempat di Bangkok dan sekitarnya. Walaupun tidak sebersih Singapore River, sungai ini cukup terawat. Pemerintah kota Bangkok sepertinya sadar dengan potensi wisata di sungai ini. Buktinya mereka mempertahankan ketradisionalan sungai dengan membiarkan kapal-kapal kayu beroperasi. Kapal-kapal ini malah menjadi favorit para pelancong mancanegara. Di tepian sungai memang ada beberapa kuil indah. Selain Grand Palace, yang paling terkenal adalah Wat Arun, kuil yang konon mengambil bentuk dari Angkor Wat di Kamboja. Ada pula beberapa hotel dan taman yang memang sengaja dibuat di tepian sungai Chao Praya.

Tempat wisata yang memiliki banyak arena bermain membutuhkan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya di suplier jual genset 1000 kva di Jakarta. disana selalu memberikan harga diskon untuk setiap pembelian unit baru.