Penjelasan Belajar Bahasa Jepang Tujuan JLPT

Pernahkan kamu bermimpi untuk menjalani sebuah tes tulis bahasa Jepang yang disebut dengan JLPT? Atau memang saat ini tengah memperjuangkannya? JLPT diadakan setiap enam bulan sekali oleh pemerintah Jepang, dan tentunya anda pun bisa melakukan tes tersebut di Indonesia, karena tes Bahasa Jepang tersebut dilakukan secara serentak di seluruh dunia.

Duduk di meja sambil memegang pensil mekanik di tangan. Meskipun terdapat ribuan orang di tempat anda mengambil tes bahasa Jepang, tetapi sangatlah sepi hingga bunyi jam pun terdengar jelas.

Belajar Bahasa Jepang

Saya pernah mengambil tes bahasa Jepang di Jepang dan situasi tersebut masih benar-benar fresh di kepala saya.

Ada beberapa di antara murid-murid yang merasa kesusahan karena sulitnya tes tersebut, tetapi terdapat pula orang-orang yang merasa santai karena sudah menguasai apa yang telah diajarkan. Bahkan beberapa diantaranya menikmati saat tes ujian tersebut berlangsung.

Salah satu tips untuk tetap bisa santai saat tengah menjalani ujian adalah dengan mengetahui dan belajar secara sungguh-sungguh sebelum tes dimulai. Anda memiliki sekitar 6 bulan untuk belajar secara rutin. Anda bisa belajar bahasa Jepang di Weihome Gakuen secara gratis dan online.

Dalam tes kemampuan bahasa Jepang, terdapat 5 tingkatan, dimana setiap tingkatan memiliki sebutan N di depannya. Dimulai dari yang paling rendah adalah N5 untuk pemula, dan N1 untuk tingkat mahir.

Bagi para pembelajar bahasa Jepang, jika sudah berhasil lulus di N3 maka sudah berada di tahap mengenah. Biasanya mereka yang sudah lulus di tahap tersebut dapat berbicara bahasa Jepang sehari-hari dengan orang Jepang.

Sementara untuk N2 ke atas, orang Jepang pun belum tentu mampu lulus. Hal ini karena bahasa bukanlah sesuatu hal yang dangkal untuk dipelajari. Seperti kita orang Indonesia, pasti masih banyak orang yang merasa kesulitan saat mengikuti ujian bahasa Indonesia.

Sebenarnya, baik bahasa Indonesia ataupun bahasa Jepang, pelajaran tidak berhenti hingga berhasil mampu berkata-kata atau mengobrol saja. Tahap tersebut merupakan tahap menengah. Sementara untuk tahap mahir sudah harus berurusan dengan sastra dari budaya, bahasa, dan Negara itu sendiri.

Jadi, tidak semua orang yang bisa bahasa Indonesia mampu mengajar bahasa Indonesia. Begitupun dengan mereka yang belajar bahasa Jepang belum tentu bisa mengajar bahasa Jepang.