Nikmatnya Bakso dan Mie Ayam di Sendang Mulyo Semarang

Bakso dan mie ayam adalah dua makanan favorit saya. Dalam sebulan pasti ada minimal satu kali saya mengkonsumsi salah satu dari dua pilihan makanan tersebut.

Misalnya pas lagi jalan ke mall, jika lapar pilihan saya pasti jatuh pada bakso atau mi ayam.

Di kondangan, makanan yang biasanya paling pertama saya ambil adalah bakso.

Di Indonesia, terutama di pulau Jawa, bakso dan mi ayam merupakan makanan yang banyak dijumpai.

Mulai dari pedagang bakso gerobakan yang berkeliling sampai restoran mewah di mall atau hotel.

Bahkan di daerah tertentu seperti Solo dan Malang bakso menjadi makanan khas. Padahal asal muasal bakso sebenarnya, disebut-sebut berawal dari China lho.

Ada legenda asal-usul bakso yang menarik banget untuk disimak, ini saya baca dari beberapa sumber di internet.

Konon, di China, tepatnya di Fuzhou, pada akhir Dinasti Ming, atau sekitar awal abad ke-17, ada seorang pria bernama Meng Bo yang sangat penurut dan sayang pada ibunya.

Ibu Meng Bo sudah tua dan sakit-sakitan, tidak mampu makan makanan yang keras-keras lagi. Padahal si ibu sangat suka makan daging.

Meng Bo sangat sedih lalu memikirkan berbagai macam cara supaya ibunya bisa makan daging kembali.

Sampai akhirnya, dia tidak sengaja melihat tetangganya sedang menumbuk beras ketan untuk dibuat Kue Mochi.

Meng Bo lalu punya ide untuk menumbuk daging seperti menumbuk beras ketan.

Daging yang sudah empuk lalu dibentuk bulatan-bulatan dan kemudian direbus.

Ibu Meng Bo sangat senang. Karena bakso ini selain lezat juga empuk, mudah untuk dimakan.

Kisah berbaktinya Meng Bo menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Banyak orang yang kemudian datang menemui Meng Bo untuk belajar membuat bakso.

Sampai akhirnya bakso masuk ke Indonesia, mengalami berbagai perkembangan sehingga tidak sama persis dengan bakso yang ada di negeri tirai bambu sana.

Lalu mengapa dinamakan bakso? Disebut-sebut, bakso berasal dari kata bak dan so. Bak artinya babi sedangkan so berarti sup.

Ada juga yang mengatakan kalau bak, bukan berarti babi, dalam bahasa Hokkien artinya adalah daging.

Di Indonesia umumnya daging yang dibuat menjadi bakso adalah sapi. Tapi ada juga yang membuat bakso dari daging kerbau, ayam, ikan, dan udang.

Bagaimana dengan mi ayam? Ternyata sama dengan bakso, mi ayam pun merupakan “turunan” makanan khas China, yaitu bakmi.

Nah di daerah Sendang Mulyo dekat rumah saya, ada warung bakso dan mi ayam favorit namanya Sadam.

Awal mulanya Sadam hanya menyediakan mi ayam, tanpa bakso. Saya tertarik untuk mencicipi, karena tempatnya luas, nyaman, dan bersih.

Setelah saya coba, rasanya pas di lidah, kuahnya kental, gurih manis, banyak potongan ayamnya.

Jika ada kerabat datang ke rumah dan saya pas nggak masak, biasanya saya ajak ke sana, dan merekapun ternyata cocok dengan rasanya.

Beberapa bulan terakhir, Sadam menambah menu bakso di rumah makannya.

Ada dua pilihan bakso, yaitu yang besar yang dibanderol dengan harga Rp.15.000,- perporsi dan bakso kecil harganya Rp.12.000,- permangkuk.

Sementara mi ayam permangkuknya seharga Rp.8000,- Standar harga bakso dan mie ayam warungan pada umumnya kan.

Sadam juga pindah tempat ke ruko sebelahnya yang lebih luas. Enaklah buat kumpul-kumpul bareng temen atau keluarga di sini.

Selain luas, tempatnya juga bersih, tersedia wastafel untuk cuci tangan dan kamar mandi yang bisa digunakan pengunjung.

Sebagai teman makan bakso dan mi ayam, Sadam menyediakan lontong, sate telur puyuh, ceker, kepala, dan sayap ayam, juga kerupuk. Untuk minumannya tersedia teh dan jeruk.

Jika kamu mau juga merasakan nikmatnya bakso dan mi ayam sadam, bisa datang ke Jalan Bougenvil Raya Bukit Sendang Mulyo Semarang.

SUMBER: Hello Semarang