Menyampaikan Keinginan Dengan Cara Menangis

Ibu Mayke di tempat, saya mempunyai anak laki-laki(2,5). Pertumbuhannya termasuk normal. Setiap hari si kecil banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh. Saya wanita bekerja , sampai rumah lebih sering sore hari. Suami tinggal beda kota karena bekerja. Bu, anak saya punya kebiasaan menyampaikan keinginannya dengan menangis. Ia tidak mengatakan terlebih dulu apa yang diinginkannya, tapi tahutahu sudah menangis.

Ketika saya tanya apa keinginannya, ia malah menangis semakin keras. Karena menangisnya makin lama makin keras bahkan sambil berteriakteriak, saya jadi sering terpancing emosinya, jadi marah. Padahal saya sudah berusaha berkali-kali menanyakan apa keinginannya. Untuk menenangkan saya lebih banyak mengancam.

Saya tahu betul, bahwa dengan mengancam tidak akan menyelesaikan masalah. Mohon solusinya, bagaimana sikap saya seharusnya agar anak saya bisa menyampaikan keinginannya tanpa perlu menangis? Bagaimana membuat dirinya paham, bahwa menyampaikan suatu hal bisa dengan cara bicara baik-baik, tanpa berteriak atau menangis? Mohon saran Ibu Mayke. Terima kasih Erna Handayani – Jakarta

Ibu, apakah anaknya sudah bisa berbicara dengan lancar? Kalau “iya”, dia perlu dilatih untuk menyatakan apa keinginannya. Mengapa selalu menangis untuk menyatakan keinginannya? Kita tidak tahu, apa yang terjadi di rumah ketika diasuh oleh pengasuh; atau sebelum kebiasaan ini menetap, apa reaksi orangtua ketika dia menginginkan sesuatu.

Suatu kebiasaan terbentuk karena reaksi lingkungan, misalnya, pada awalnya anak sudah menyatakan keinginannya, namun tidak ditanggapi. Ketika anak menangis, baru lingkungan bereaksi, sehingga dia belajar bahwa menangis adalah cara yang jitu untuk menarik perhatian orang lain. Faktor lain yang ikut berperan, anak merasa kurang kasih sayang dan perhatian.

Disaat masih kecil memang anak hanya bisa menangis untuk menunjukkan hal yang sedang mereka inginkan. Hal ini sangat wajar karena anak belum memiliki bahasa untuk berinteraksi dengan sesama. Untuk itulah di umur yang masih kecil sangat penting bagi orangtua untuk memberikan pendidikan berbagai bahasa untuk si kecil. Hal ini akan sangat bermanfaat di masa depan mendatang.

Berikan anak tambahan les pelajaran bahasa asing online terbaik sehingga orangtua bisa memantaunya di rumah. Selain itu juga orangtua bisa melihat perkembangan belajar anak dengan tepat.