Menyampaikan Keinginan Dengan Cara Menangis Bagian 2

Ibu perlu bekerja mencari nafkah, suami bekerja di luar kota sehingga sebagian besar waktu hanya Ibu sendiri yang mengasuh dan mengatasi berbagai masalah pada anak. Bisa jadi ini menjadi beban tersendiri buat Ibu dan mudah memancing emosi ketika anak rewel.

Apakah setiap hari Ibu selalu meluangkan waktu menemani anak bermain, membacakan cerita, mendongeng, sesekali jalan-jalan di sekitar rumah, berenang di kolam kecil? Apa yang dilakukan ayahnya ketika bertemu dengan anak atau menanggapi tangisan si kecil? Semuanya perlu ditelaah oleh Ibu dan suami. Bagaimana mengatasi kebiasaan ini?

Orangtua perlu menyadari bahwa si kecil belum mengerti kenapa dia harus ditinggal di rumah sendirian, yang anak rasakan hanyalah tidak nyaman, kesepian, kurang perhatian. Belum lagi kita tidak tahu, bagaimana perlakuan pengasuh terhadap anak. Menghadapi ulahnya, Ibu mengancam, dan sangat besar kemungkinannya pengasuh pun meniru cara Ibu menangani tangisan anak.

Bukankah beban emosional yang dirasakan anak semakin tinggi? Dia semakin sedih, marah, karena tidak ada orang yang memahami apa hal mendasar yang dia butuhkan. Lain kali, ketika anak menangis dan tidak menjawab apa keinginannya, Ibu tidak usah menanyakan berulang-ulang; peluk anak, dan nyatakan “kamu mau sesuatu, tapi karena menangis, Ibu ngga ngerti apa yang kamu mau”.

Ibu perlu mengasah kepekaan mengenai kebutuhan anak, coba ajak anak menunjuk benda yang dia inginkan, atau jangan-jangan dia hanya ingin dipeluk dan disayang oleh ibunya. Cobalah setiap hari sediakan waktu untuk menemani anak bermain, seperti yang sudah saya kemukakan di atas. Nanti setelah 1 atau 2 bulan, lihat hasilnya. Semoga bermanfaat dan selamat mengubah perlakuan Ibu pada anak, kasihi anak sebab dari pengalaman ini dia akan mengasihi orang lain. Ajarkan pembantu bagaimana mengatasi anak menangis.

Menangis dan menangis adalah cara anak ketika masih kecil untuk meminta sesuatu. Namun waktu itu akan terus berlanjut dan mereka akan tumbuh dewasa. Di masa sekolah pun tidak akan terasa anak akan menginjak masa di bangku kuliah. Berikan anak bekal di lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri sehingga mereka bisa lolos tes masuk dengan lancar. Memberikan pembelajaran sejak dini merupakan langkah terbaik agar tidak terlambat dimasa mendatang.